Sarmi – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sarmi menggelar kegiatan pembinaan tradisi sekaligus pembaretan bagi personel yang baru mutasi dan bergabung di Sat Polairud Polres Sarmi pada Senin (9/3/26). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penerimaan resmi serta pengenalan tradisi satuan, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, loyalitas, dan jiwa korsa kepada anggota baru.
Kegiatan pembinaan tradisi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Sarmi, Ipda Marthinus Alla’ Padang, S.H. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi satuan yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dan tradisi satuan, membentuk karakter, meningkatkan semangat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Sat Polairud.
Dalam pelaksanaannya, para personel yang baru mutasi mengikuti rangkaian kegiatan long march sejauh kurang lebih 20 kilometer yang dilanjutkan dengan renang laut sejauh 2 Nautical Mile. Rute perjalanan dimulai dari Mapolres Sarmi dan berakhir di Mako Sat Polairud Polres Sarmi sebagai titik akhir kegiatan. Long march dan renang laut tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan fisik, mental, serta melatih kemampuan berenang yang menjadi salah satu keterampilan dasar bagi personel Polairud, sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dan kekompakan antar anggota.
Setibanya di Mako Sat Polairud Polres Sarmi, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penyambutan, yang diawali dengan prosesi penyiraman air kembang kepada personel baru, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan baret Polairud. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Sarmi, Kompol Aser Borom, sebagai tanda resmi diterimanya para personel tersebut menjadi bagian dari keluarga besar Sat Polairud Polres Sarmi.
Dalam arahannya, Wakapolres Sarmi Kompol Aser Borom menyampaikan bahwa tradisi penerimaan anggota baru di setiap satuan merupakan suatu kewajiban karena tradisi tersebut dapat mempererat tali persaudaraan dan kekompakan dalam sebuah organisasi, khususnya di lingkungan satuan seperti Sat Polairud.
Ia menjelaskan bahwa melalui tradisi tersebut para anggota baru dapat mengenal lebih jauh berbagai tradisi yang ada di satuan, sekaligus memahami makna dari setiap atribut yang digunakan, seperti warna baret, emblem satuan, tata cara penghormatan terhadap bendera, hingga tradisi saat menaiki Kapal Polisi.
“Tradisi ini penting agar setiap anggota memahami makna dari setiap atribut dan simbol yang ada di Sat Polairud, mulai dari warna baret biru, lambang satuan, hingga penghormatan terhadap bendera yang dilakukan tiga kali. Semua itu memiliki arti dan nilai yang harus dipahami oleh setiap anggota,” ungkap Wakapolres.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Sarmi, Ipda Marthinus Alla’ Padang, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan tradisi yang dilaksanakan sejak pagi hari tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada personel baru mengenai nilai-nilai, tata cara, serta tradisi yang berlaku di lingkungan Sat Polairud.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut sebenarnya terdapat empat personel baru, namun satu di antaranya tidak dapat mengikuti kegiatan karena sedang melaksanakan dinas luar. Melalui pembinaan tradisi ini para personel baru diperkenalkan dengan berbagai tradisi yang ada di lingkungan Polairud, mulai dari tata cara memasuki kesatriaan, tata cara penghormatan, pengenalan lambang dan logo Korps Polairud, penggunaan peluit komando, hingga tata cara dan tradisi saat naik ke Kapal Polisi.
Menurutnya, setiap simbol dan atribut di Sat Polairud memiliki makna tersendiri, seperti warna baret biru yang melambangkan wilayah tugas di laut, serta emblem Polairud yang memuat berbagai simbol dengan filosofi dan makna khusus.
“Semua atribut yang ada di Sat Polairud memiliki makna dan filosofi tersendiri. Hal inilah yang ingin kami tanamkan kepada anggota baru agar mereka tidak hanya memakai atribut, tetapi juga memahami art.(rd)




